Keajaiban
Mendongeng
Apa yang terlintas pertama kali ketika
teman-teman mendengar kata mendongeng? Apakah terbayang sosok seorang bunda
tercinta yang duduk di samping ranjang saat kita akan tidur? Atau film Bedtime
story yang mengisahkan dongeng menjadi kenyataan esok harinya?
Dalam
acara Ngerumput #1 lalu, kami baru sadar bahwa dongeng memiliki kekuatan yang KUAT. Kak Wawan (pembicara YCT) menjelaskan bahwa
karakter anak bisa dipengaruhi oleh dongeng dan cerita yang sering didengarnya
bahkan kekuatannya juga bisa memengaruhi
peradaban suatu negara.
Pada
tahun 1961, McClelland menghasilkan teori Motivasi yang terkenal hingga kini
yaitu n-Ach atau the need for achievement.
Orang yang memiliki n-Ach akan kehausan akan prestasi sehingga ia terus-menerus
mengejar pencapain-pencapaian dan kesuksesan. McClleland meneliti seberapa
banyak n-Ach yang terkandung pada literatur Inggris tahun 1500-1850 dan
hasilnya dibandingkan dengan keadaan ekonomi Inggris saat itu. Sungguh
mencengangkan! Jumlah n-Ach yang ada berbanding lurus dengan skala ekonomi saat
itu. (Wow!) Inggris yang dipenuhi n-Ach pada literaturnya memenuhi pemikiran
penduduknya akan prestasi. Berbeda dengan literatur Inggris, literatur Spanyol
penuh dengan dongeng dan cerita yang miskin akan n-Ach. Bisa kita bandingkan
bahwa Inggris abad ke-18 lebih maju dari Spanyol.
Dalam
Al Quran pun Allah SWT telah mengetuk hati manusia dengan kisah-kisah orang yang
bertaqwa dan orang kafir. Saat zaman nabi Muhammad SAW, umat muslim sangat
menderita di Makkah akibat perlakuan semena-mena orang kafir. Bagaimana jalan
hidup orang kafir dan akhir hidupnya beberapa diceritakan dalam bentuk naratif
dalam Al Quran. Seorang ustad bahkan mengatakan bahwa sastra yang paling indah
di dunia adalah kisah nabi Yusuf a.s. yang kehidupannya dijelaskan secara
detail dari kanak-kanak hingga dewasa.
Agar
piawai bercerita, kita harus bisa menirukan jenis-jenis suara dan olah gerak.
Seperti suara binatang, manusia, alam, alat transportasi, dll. Tiruan suara ini
akan lebih menarik anak-anak. Kak Wawan mengajarkan sedikit tips menirukan
jenis-jenis suara, seperti suara kakek-kakek bisa dibuat dengan cara memasukkan
bibir bagian bawah ke dalam mulut, suara anak perempuan dengan cara
melengkingkan suara dan suara buruk dengan berkoak-koak sambil
mengepak-ngepakkan tangan.
Bila
kita sudah menguasai teknik dasar dalam mendongeng (olah gerak dan olah suara),
kita harus ingat bahwa dalam mendongeng sejarah yang nyata kita tidak boleh
membelokkan alur cerita yang sebenarnya. Selain itu, kita juga bisa bercerita
dengan mengggunakan alat peraga seperti buku dan gambar. Bila memakai buku,
kita harus tetap menjaga kontak mata dengan anak dan bila memakai gambar kita
harus memastikan semua anak bisa melihat gambar tersebut.
Mendongeng
dapat disampaikan menggunakan dua cara. Nah, berikut ini adalah teknik-teknik
dalam mendongeng:
~ Semoga
bermanfaat J ~









1 comments:
wah.. terimakasih banyak.. :D
Post a Comment